Nama :
Ernawati, S. Pd.
TUGAS 1
1.
Apa peristiwa positif dan
negatif yang saya tuliskan di sana?
Usia
6 tahun peristiwa positif yang Saya alami saat kelas 1 SD untuk pertama kalinya
Saya dan orang tua Saya dipanggil ke depan di halaman sekolah untuk menerima
hadiah Juara 1 dari Kepala Sekolah.
Usia 13
tahun peristiwa negatif yang Saya alami saat kelas 2 SMP Saya mendapat nilai jelek pada saat UTS karena tidak bisa
menjawab soal sejarah akibat malas membaca buku sejarah, (pada dasarnya saya
memang tidak suka dengan pelajaran sejarah).
Lalu saat pembagian nilai
UTS (Raport UTS), saya sangat kecewa ketika melihat nilai sejarah yang sangat
rendah. Sementara nilai pelajaran lain sangat bagus, bahkan paling mendominasi
siswa lainnya (nilainya 95-100).
2.
Selain saya, siapa lagi yang
terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut?
Yang
terlibat dalam dalam peristiwa tersebut adalah kepala sekolah, guru, orang tua,
dan teman Saya.
1.
Dampak emosi apa saja yang saya
rasakan hingga sekarang? (silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk
mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu)
Pada
peristiwa positif perasaan yang Saya rasakan hingga sekarang adalah senang dan
gembira menerima hadiah dari kepala sekolah untuk yang pertama kalinya. Pada
peristiwa negatif perasaan yang Saya rasakan hingga sekarang merasa malu dan
menyesal.
2.
Mengapa momen yang terjadi di masa
sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di
masa sekarang?
Momen
yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat
memengaruhi diri saya di masa sekarang karena pada usia tertentu sangat
mempengaruhi suatu kenangan atau momen yang berharga, berkesan, dan membekas
dalam hati dan fikiran Saya masih dapat dirasakan sampai sekarang serta
mempengaruhi diri Saya sampai sekarang yaitu merasa malu dan menyesal untuk mengabaikan nasehat guru, malas belajar (membaca).
Selain itu setiap tugas yang
diterima akan Saya buat atau selesaikan
dengan memberikan hasil terbaik.
3.
Pelajaran hidup apa yang saya peroleh
dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya
sebagai guru terhadap peserta didik saya?
Pelajaran
hidup yang Saya peroleh dari trapesium usia dan roda emosi yaitu bahwa dalam
setiap fase usia manusia pasti dilewati dengan momen-momen yang mengisi
kehidupannya. Momen yang dilalui tidak hanya momen bahagia atau senangnya saja,
tetapi juga ada momen yang tidak menyenangkan atau menyedihkan yang akan
teringat sepanjang waktu hidup kita. Setiap momen yang Saya lewati pada saat
tertentu akan sangat membekas dan selalu teringat akan momen tersebut.
Kegiatan trapesium usia dan roda emosi ini berkaitan dengan peran Saya sebagai seorang guru adalah Saya akan selalu berusaha untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan buat siswa atau kegiatan pembelajaran yang tidak biasa agar siswa akan selalu ingat dan selalu membekas di sepanjang jalan hidupnya. Jika momen yang membekas di ingatan anak adalah momen yang baik, maka anak akan merasa senang, mengingatnya dan menjadi kenangan indah dalam hidupnya.
1.
Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai
yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan
kata-kata: "guru", "murid", "belajar",
"makna", "peran"?
Peran
guru sangat besar untuk merancang
kegiatan pembelajaran buat murid
agar tercapai pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Tugas 2.
Nilai dan Peran Guru Penggerak
1. Nilai-nilai dalam diri
saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah
saya yaitu :
-
Nilai
Kemandirian dimana Saya mandiri dalam menghasilkan suatu alat peraga yang dapat
mendukung dalam kegiatan pembelajaran dimulai dari menyusun ide, mempersiapkan
alat dan bahan sampai mendesain, menghasilkan alat peraga
baru.
-
Kolaborasi
atau saling bekerja sama dengan sesama guru dalam penyusunan jadwal piket guru atau
roster jadwal pelajaran siswa.
Berkolaborasi bersama guru untuk
menghasilkan suatu kegiatan belajar sambil bermain di lingkungan alam/ luar
sekolah.
-
Inovatif
dalam merancang kegiatan pembelajaran agar tidak membosankan buat
siswa dengan berinovasi membuat video pembelajaran semenarik mungkin agar siswa
tidak merasa bosan dan dengan menonton siswa tidak menyadari bahwa dirinya
sedang belajar.
1. Peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid,
rekan guru, dan komunitas sekolah saya :
-
Peran
sebagai seorang guru menggerakkan murid yaitu sebagai fasilitator yang selalu
siap mengayomi, menuntun, serta membimbing siswa untuk berinovasi menghasilkan
suatu karya atau produk yang bermanfaat buat siswa.
-
Peran
sebagai seorang guru menggerakkan rekan guru yaitu dengan selalu siap membantu Bapak/Ibu guru di sekolah
apabila menemukan kendala dalam pemanfaatan teknologi, mengajak bapak/Ibu guru
untuk memanfaatkan media zoom/Google meet dalam kegiatan pembelajaran jarak
jauh/online,
-
Peran
sebagai seorang guru menggerakkan komunitas sekolah belum maksimal
karena komunitas belajar di sekolah baru saja terbentuk dan dalam waktu dekat akan
segera saya rencanakan program-programnya agar
teman-teman guru sekolah lainnya dapat berkolaborasi secara bersama-sama.

0 komentar:
Posting Komentar