Menyajikan Informasi dan Model Baju Muslimah terbaru serta Berbagai Artikel Menarik Lainnya

Rabu, 09 November 2022

Modul 1.2.a.3. Mulai dari diri_ Trapesium Usia Ernawati

 


Nama      : Ernawati, S. Pd.

Tugas     : 1.2.a.3






TUGAS 1

1.     Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana?

Usia 6 tahun peristiwa positif yang Saya alami saat kelas 1 SD untuk pertama kalinya Saya dan orang tua Saya dipanggil ke depan di halaman sekolah untuk menerima hadiah Juara 1 dari Kepala Sekolah.

Usia  13 tahun peristiwa negatif yang Saya alami saat kelas 2 SMP Saya mendapat nilai jelek pada saat UTS karena tidak bisa menjawab soal sejarah akibat malas membaca buku sejarah, (pada dasarnya saya memang tidak suka dengan pelajaran sejarah). Lalu saat pembagian nilai UTS (Raport UTS), saya sangat kecewa ketika melihat nilai sejarah yang sangat rendah. Sementara nilai pelajaran lain sangat bagus, bahkan paling mendominasi siswa lainnya (nilainya 95-100).

2.     Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut?

Yang terlibat dalam dalam peristiwa tersebut adalah kepala sekolah, guru, orang tua, dan teman Saya.


 

1.     Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang? (silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu)

Pada peristiwa positif perasaan yang Saya rasakan hingga sekarang adalah senang dan gembira menerima hadiah dari kepala sekolah untuk yang pertama kalinya. Pada peristiwa negatif perasaan yang Saya rasakan hingga sekarang merasa malu dan menyesal.

 

2.     Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?

Momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang karena pada usia tertentu sangat mempengaruhi suatu kenangan atau momen yang berharga, berkesan, dan membekas dalam hati dan fikiran Saya masih dapat dirasakan sampai sekarang serta mempengaruhi diri Saya sampai sekarang yaitu merasa malu dan menyesal untuk mengabaikan nasehat guru, malas belajar (membaca). Selain itu setiap tugas yang diterima akan Saya buat atau selesaikan dengan memberikan hasil terbaik.

 

3.     Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?

 

Pelajaran hidup yang Saya peroleh dari trapesium usia dan roda emosi yaitu bahwa dalam setiap fase usia manusia pasti dilewati dengan momen-momen yang mengisi kehidupannya. Momen yang dilalui tidak hanya momen bahagia atau senangnya saja, tetapi juga ada momen yang tidak menyenangkan atau menyedihkan yang akan teringat sepanjang waktu hidup kita. Setiap momen yang Saya lewati pada saat tertentu akan sangat membekas dan selalu teringat akan momen tersebut.

 Kegiatan trapesium usia dan roda emosi ini berkaitan dengan peran Saya sebagai seorang guru adalah Saya akan selalu berusaha untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan buat siswa atau kegiatan pembelajaran yang tidak biasa agar siswa akan selalu ingat dan selalu membekas di sepanjang jalan hidupnya. Jika momen yang membekas di ingatan anak adalah momen yang baik, maka  anak akan merasa senang, mengingatnya dan menjadi kenangan indah dalam hidupnya.

1.     Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?

Peran guru sangat besar untuk merancang  kegiatan pembelajaran buat murid  agar tercapai pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

 Tugas 2. 

 

Nilai dan Peran Guru Penggerak

 

1.  Nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya yaitu :

-       Nilai Kemandirian dimana Saya mandiri dalam menghasilkan suatu alat peraga yang dapat mendukung dalam kegiatan pembelajaran dimulai dari menyusun ide, mempersiapkan alat dan bahan sampai mendesain, menghasilkan alat peraga baru.

-       Kolaborasi atau saling bekerja sama dengan sesama guru dalam penyusunan jadwal piket guru atau  roster jadwal pelajaran siswa. Berkolaborasi bersama guru untuk menghasilkan suatu kegiatan belajar sambil bermain di lingkungan alam/ luar sekolah.

-       Inovatif dalam merancang kegiatan pembelajaran agar tidak membosankan buat siswa dengan berinovasi membuat video pembelajaran semenarik mungkin agar siswa tidak merasa bosan dan dengan menonton siswa tidak menyadari bahwa dirinya sedang belajar.

     - Berpihak/berpusat kepada siswa agar siswa mendapatkan kegiatan               pembelajaran sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga dapat lebih memperdalam bakat dan minatnya sehingga -       diharapkan akan terbentuk pribadi siswa yang mandiri, kreatif, dan inovatif.

1.    Peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya :

-       Peran sebagai seorang guru menggerakkan murid yaitu sebagai fasilitator yang selalu siap mengayomi, menuntun, serta membimbing siswa untuk berinovasi menghasilkan suatu karya atau produk yang bermanfaat buat siswa.

-       Peran sebagai seorang guru menggerakkan rekan guru yaitu dengan  selalu siap membantu Bapak/Ibu guru di sekolah apabila menemukan kendala dalam pemanfaatan teknologi, mengajak bapak/Ibu guru untuk memanfaatkan media zoom/Google meet dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh/online,

-       Peran sebagai seorang guru menggerakkan komunitas sekolah belum maksimal karena komunitas belajar di sekolah baru saja terbentuk dan dalam waktu dekat akan segera saya rencanakan program-programnya agar teman-teman guru sekolah lainnya dapat berkolaborasi secara bersama-sama.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Modul 1.2.a.3. Mulai dari diri_ Trapesium Usia Ernawati

0 komentar:

Posting Komentar