OPINI TENTANG PEMBELAJARAN ONLINE (DARING) DI MASA PANDEMI
Oleh: Ziaul Fikri
Tugas perkuliahan yang sebelumnya diberikan di kelas dan dikumpulkan di meja dosen, sekarang dikumpulkan via email atau via whatapp. Uang yang biasanya digunakan untuk makan siang dikampus, sekarang digunakan untuk membeli kuota internet yang lebih besar agar mampu mengikuti pembelajaran daring tanpa 'lemot'. Dan bahkan ada beberapa mahasiswa yang walaupun sudah memiliki kouta Internet mengalami kendala jaringan sampai tidak mengikuti mata kuliah via zoom atau google meet.
Bukan hanya jaringan internet yang menjadi kendala siswa ataupun mahasiswa, biaya pun menjadi kendala terbesar menurut sebagian orang dalam proses pembelajaran dalam jaringan ini (DARING). Ini menjadi hal mudah bagi yang orang tua-nya berlatar belakang pegawai atau pejabat namun hal ini menjadi kendala bagi yang orang tua berlatar belakang penjual bakso misalnya, atau pengusaha kecil-kecilan dimana penghasilan mereka yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang diakibatkan oleh peraturan pemerintah tentang pembatasan social atau social distancing. Dalam hal biaya kuota internet ini, sebagian kampus juga menyediakan subsidi kuota internet bagi mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran dalam jaringan seperti unsyiah dan uin ar-raniry, meskipun begitu ada juga beberapa mahasiswa yang tidak mendapatkan subsidi tersebut.
Dalam hal pemahaman materi, mahasiswa kerap mengalami kesusahan dalam memahami materi yang disajikan walaupun pembelajaran via zoom dikarenakan interaksi antara mahasiswa dan dosen juga sangat terbatas. Hal juga sangat dirasakan oleh mahasiswa jurusan matematika yang biasanya menggunakan papan tulis untuk pemahaman yang lebih mudah kini hanya membaca slide di laptop. Butuh tenaga dan waktu yang ekstra untuk memahami seluruh materi yang diberikan oleh dosen.
Dan keluhan - keluhan lain pun juga bermunculan. Sebagian mahasiswa mengeluh karena UKT-nya sudah terlanjur dibayarkan penuh tapi tidak dapat menggunakan fasilitas kampus sama sekali selama 1 semester ini. Beberapa diantara mereka menuntut kampusnya untuk merelokasi anggaran fasilitas kampus menjadi subsidi untuk membeli kuota internet dan keringanan UKT disemester selanjutnya. Ada yang disetujui dengan syarat tertentu Yang harus dipenuhi, ada yang ditolak mentah-mentah oleh Rektorat kampusnya.

0 komentar:
Posting Komentar