Isu naik turunnya harga minyak dunia otomatis dapat merubah beberapa orang dan sebagian pengguna kendaraan bermotor dalam memikirkan persoalan konsumsi bahan bakar yang mereka gunakan. Ujung-ujungnya, melakukan beberapa penghematan, atau aktivitas yang minimal bisa menghemat konsumsi BBM jadi jalan keluar.
Beberapa product memang telah di keluarkan banyaknya vendor dalam mengakali jumlah oktan, serta kehematan dalam berkendara. Walaupun sesungguhnya di balik ini semua, tetap masih ada beberapa cara sederhana yang bisa ditangani supaya konsumsi BBM selalu irit.
Berikut ini ada banyak tips supaya konsumsi bahan bakar dari mobil selalu irit, atau sedikitnya bisa meminimalisir pengeluaran bahan bakar yang percuma, sampai isi kantong selalu terbangun bersamaan senyum penghuni kabinnya.
1. Filter Udara
Mengecheck filter udara jadi terkesan yang paling remeh di antara sebagian panduan yang lain, tetapi asumsinya bahwa filter yaitu lubang hidung mobil jadi asosiasi yang cocok. Karena saat hidung tidak bekerja dengan baik, jadi yang mempunyai hidung pasti akan tersengal-sengal.
Begitu juga dengan mobil, saat filter kotor pengemudi condong supaya menekan pedal gas. Karena filter yang kotor juga buat performan mobil terhambat. Bersihkan lewat cara teratur, atau menggantinya sama seperti mekanisme pabrik akan membantu performa mobil lewat cara utama.
2. Tekanan Angin
Tekanan pada ban jadi satu diantara yang paling krusial. Karena terlalu keras, maupun terlalu kempes masing-masing memiliki kerugian tersendiri, sampai tekanan angin yang pas jadi harga mutlak.
Saat tekanan angin pada ban terlalu keras, peluang ada dua, yakni saat lewat jalanan berlubang jadi terasa ‘bumpy’, dan menambah peluang ban benjol. Saat tekanan angin terlalu ‘kempes’, jadi konsumsi BBM akan jadi lebih karena mobil akan jalan menggunakan velg.
3. Penentuan BBM
Standardisasi Internasional merekomendasikan penggunaan BBM dengan oktan 90 buat sebagian pengguna kendaraan yang memiliki kompresi di atas 9, 0 : 1 tidak memiliki pilihan yang lebih baik kecuali menggunakan pertamax, atau minimal sekelasnya.
Menggunakan BBM yang ada di bawah standard kompresi tidak direferensikan, karena asumsinya saat kompresi tinggi menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah, bahan bakar ini akan lebih cepat terbakar. Otomatis membuatnya lebih cepat habis. Sederhana!
4. Pendingin Ruang
Di daerah dengan tingkat kelembapan dan suhu yang cukup tinggi, AC seperti jadi penyelamat bangsa. Namun harus diingat bahwa konsumsi AC yang terlampau berlebihan kecuali buat BBM cepat habis, dalam kondisi yang lebih jauh buat performa mobil turun mencolok.
Apabila memang penggunaan AC tidak bisa dijauhi, jadi yang bisa ditangani membuat perlindungan performan dan bahan bakar bisa sesuai sama AC, yakni membuat perlindungan kondisi filter AC supaya selalu bersih. Atau apabila tidak, jadi AC akan tidak terasa dingin, sebentar mobil ngos-ngosan.
5. Wheel Alignment
Satu hal yang sering dilupakan sebagian yang mempunyai mobil yakni kondisi sudut roda yang ada pada mobil. Dengan penggunaan teratur, harusnya sudut dari roda mobil akan berpindah, ditambah lagi apabila medan jalan tidak terlalu bagus, jadi sudut roda harus sering sesuai sama masing-masing demikian saat sekali.
Hubungan dari wheel alignment mutlak dengan konsumsi bahan bakar. Apabila sering digunakan tetapi tidak pernah di cek sudut dari ban keduanya, jadi mobil akan sering ‘tertekan’ karena satu ban dalam kondisi normal, tetapi ban lain memiliki sudut yg tidak sama.
6. Balancing
Nyaris sama dengan juga wheel alignment, keseimbangan ban harus di cek teratur setiap minggu sekali supaya membuat perlindungan kondisi mobil selalu ada pada posisi yang sama.
Ban yg tidak balance memiliki peluang mengkonsumsi bahan bakar makin besar, sama juga dengan pada permasalahan wheel alignment. Bedanya, wheel alignment diputuskan dari sudut ban pada arah lurus mobil, balancing diputuskan posisi satu ban dengan ban yang lain. Mudah-mudahan Berguna bagi pengendara mobil atau kendaraan bermotor lainnya.



0 komentar:
Posting Komentar