Puisi Untuk Guruku Tercinta - Guru menurut bahasa Indonesia adalah guru (berprofesi guru) yaitu orang yang pekerjaannya sebagai pengajar. Guru menurut bahasa sanskerta adalah berat, besar, penting, baik sekali, terhormat, dan juga berarti pengajar. Menurut bahasa Inggris guru adalah teacher, tutor, pengajar, ahli mendidik. Dalam pandangan masyarakat Jawa guru berarti gu bermakna digugu (dianut) dan ru berarti ditiru (dijadikan teladan). Akan tetapi pengertian guru menurut istilah sekarang adalah semua orang yang pernah memberi suatu ilmu atau kependidikan tertentu kepada seseorang atau sekelompok orang, termasuk juga guru silat, guru mengetik, guru menjahit dan sebagainya.
Dalam pengertian umum guru adalah seseorang yang sudah profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan juga mengevaluasi peserta didik. Secara khusus adalah seseorang yang bekerja dibidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak mencapai kedewasaan masing-masing. Guru bukanlah seseorang yang hanya sekedar berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu. Akan tetapi ia adalah seseorang yang menjadi anggota masyarakat yang harus aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa serta menjadi generasi penerus bangsa dan berwibawa dan berilmu pengetahuan.
Guru adalah suatu profesi yang sangat mulia, karena itu seorang guru sangat tepat menempati posisi yang mulia dan mendapat penghormatan yang tinggi. Sayyidina Ali ra menyatakan dalam salah satu perkataannya:“Barang siapa mengajariku satu huruf maka aku bersedia menjadi hambanya” (Ali bin Abi Thalib RA). Guru sebagai pendidik memiliki tugas yang sangat mulia, baik dari segi pandangan manusia maupun dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya. Guru memiliki tugas yang sangat mulia dan mendapat penghormatan yang tinggi, karena guru adalah sebagai orang yang mengkomunikasikan pengetahuan kepada anak-anak didiknya sehingga mereka mampu membedakan mana yang benar dan mana pula yang salah. Guru menjadi sebagai model dan contoh nyata bagi masyarakat baik dari segi tutur kata maupun dalam segala tindak tanduknya, menjadi model sebagai pribadi yang disiplin, mencintai pelajaran, menyayangi anak didik, berperilaku mulia dan menjadi ahli fikir juga cermat dalam menentukan keputusan serta bijak dalam segala hal.
Guru merupakan profesi yang sangat mulia, ditanganmu lah masa depan bangsa ini ditentukan. Guru juga dianggap sebagai pahlawan pembangunan karena ditanganmu lah lahir pahlawan-pahlawan pembangunan yang kelak akan mengisi ruang-ruang publik dinegeri ini. Seorang guru yang menjadi pahlawan pembangunan yang memiliki jiwa juang, semangat untuk berkorban, dan menjadi pionir bagi kemajuan masyarakat. Oleh sebab itu, tugas guru tersebut tidaklah ringan, ia tidak hanya memberi tahu, menjelaskan dan mendemonstrasikan pengetahuan tetapi guru yang baik dapat menginspirasi bagi setiap peserta didiknya. Guru juga harus dapat menjadi sebagai motivator bagi anak didiknya, dengan penuh semangat menghadapi masa depan dan siap menyongsong perubahan hari esok.
Dengan demikian tidak disangsikan lagi bahwa guru adalah orang yang mulia dengan segenap tugas-tugas yang diembannya. Guru adalah pentransfer ilmu layaknya Nabi adalah pentransfer wahyu. Guru adalah termasuk bagian dari ulama. Karena ulama juga bertugas mentransferkan ilmu. Ulama yang dalam agama Islam bisa berarti pewaris para nabi. Sedemikian mulia tugas dan tanggung jawab guru, maka pantas pada dirinya harus melekat sifat-sifat ulama. Tentunya mereka adalah yang dimaksud guru-guru yang benar-benar menjadi guru, benar-benar menjadi contoh teladan bagi masyarakat. Benar-benar menjadi pendidik yang berakhlakul karimah dan mewariskan akhlak mulianya kepada anak-anak didiknya. Dan guru yang selalu berpegang teguh pada syariat agama Allah, serta guru yang mendidik dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab di sini tidak hanya terhadap ilmu yang disampaikan kepada peserta didik tetapi juga bertanggung jawab kepada Allah atas tugas yang telah diembankannya.
Wahai guruku, engkau lah pemikul tanggung jawab yang sangat berat, mendidik dan mengisi kepala siswa dengan ilmu. Guruku, engkau juga mendidik dengan menjadi master copy moral bagi anak didiknya. Guruku, engkau adalah penghancur kegelapan dengan memberi obor ilmu dan akhlak yang cemerlang. Engkau menjadi penerang bagi kegelapan di tengah anak didik. Guruku, dengan ilmu yang telah engkau berikan kepadaku, akan kujadikan lampu dan penerang yang selalu tetap menyala sepanjang masa. Dan selalu menerangiku dalam mengukir cita-citaku.
Kepada para guru, jangan lah pernah merasa jemu dalam menuntut dan menyalurkan ilmu kepa anak-anak didikmu. Janganlah pernah engkau kehabisan energi untuk menjadi guru yang profesional, tidak lah cukup dengan menyandang sertifikat pendidik setelah mengikuti serangkaian proses sertifikasi. Guru yang selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dewasa, arif, berwibawa, tanggung jawab, merasa bangga sebagai guru, percaya diri, menunjukkan etos kerja, menjaga kode etik guru, dan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Mudah-mudahan guru-guru di Indonesia menjadi penghancur kegelapan terhadap kebodohan dan kemiskinan yang masih melanda saudara-saudara kita di seluruh pelosok-pelosok Indonesia. Sebagai pemegang amanat dari orang tua, karena guru merupakan orang tua kedua bagi anak-anak didik kita, dan juga sebagai pendidik, guru tidak hanya bertugas memberikan pendidikan yang ilmiah, tetapi guru juga sebagai sinkronisasi dari orang tua untuk mendidik anak mereka menjadi manusia seutuhnya, mempertahankan adat kemanusiaanya dan memelihara fitrah yang telah diberikan Allah. Peran utama guru dalam islam adalah sebagai pensucian yaitu mengembangkan dan membersihkan jiwa peserta didik agar dapat mendekatkan diri kepada Allah serta menjauhkan dari segala keburukan dan tetap menjaganya agar tetap berada pada fitrahnya. Dan peran selanjutnya yaitu pengajaran merupakan penyampaian pengetahuan dan pengalaman kepada peserta didik serta mengaplikasikan contoh perilaku kedalam kehidupan sehari-hari.
Wahai guruku, telah banyak ilmu yang engkau berikan kepadaku, telah banyak nasehat yang engkau wasiat kepadaku, telah banyak jalan yang engkau tunjukkan kepadaku. Telah engkau tuntunkan daku dari jalan yang gelap gulita ke jalan yang terang benderang. Telah engkau bukakan mataku sehingga daku telah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Engkau korbankan waktu dan tenagamu demi mencerdaskan anak bangsa. Bagiku "pahlawan tanpa tanda jasa" bukanlah isapan jempol belaka. Guru-guruku engkaulah sosok pahlawan yang tidak pernah aku lupakan sampai seumur masa.
Guru ku...
Engkau adalah cahaya dalam hidupku
Kau adalah pendidikku
Kau mendidikku dengan penuh kesabaran, tanpa ada keluh kesah
Guruku…
Hatimu seputih salju
Kau bagaikan lilin yang bersinar di malam hari
Dari kaulah aku dapat membaca dan menulis
Dari kaulah aku dapat memperluas ilmu
Tanpa ragu dan jemu engkau memberikan ilmu padaku
Guruku...
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa membaca dan menulis
Tidak dapat mengerti banyak hal
Guruku...
Sebagaimana yang telah engkau wasiatkan kepadaku
Sebagaimana jalan yang telah engkau tunjukkan
Akan kujaga sepanjang hidupku
Dengan membawa segenggam rindu
Dan kenangan yang indah yang telah lalu
Membawa harum namamu dimata dunia
Dan seluruh penjuru
Guruku...
Engkau adalah warisan nabi
Engkau juga penunjuk jalan menuju ilahi
Gerak langkahmu membela ajaran nabi
Guruku...
Jasa-jasamu yang sangat tinggi akan selalu kami junjungi
Ilmu yang kau berikan begitu suci
Selalu menjadi penyejuk hati
Akan kekal tertanam di dalam jiwa untuk hidup menjadi mandiri
Guruku...
Kerjamu sangat mulia, karena
Mengajar menciptakan semua profesi
Sungguh engkau mendapat tempat yang tinggi baik disisi manusia maupun dalam pandangan Ilahi
Wahai guruku,
Julukan engkau sebagai pahlawan bukanlah isapan jempol belaka
Semua ilmu yang telah engkau transferkan untukku akan kujadikan obor penerang dalam hidupku
Semoga Allah selalu meridhaimu dimanapun engkau berada
Tentu dibalik kesuksesan setiap orang pasti ada sosok seorang guru yang dengan tulus memberikan ilmu kepadanya. Kesuksesan setiap orang tentu sangat berkaitan dengan pengorbanan seorang guru. Wahai guruku yang tercinta, kami murid-muridmu tidak dapat membalas semua jasa dan pengorbananmu. Hanyalah doa yang tulus kupersembahkan kepadamu. Terimakasih guruku yang tercinta, namamu akan selalu kubawa dan kukenang sepanjang masa. Semoga ilmu yang telah engkau berikan menjadi amal jariah di hari kiamat kelak. Semoga pengorbananmu akan menjadi ladang pahala bagimu. Terimakasih guruku yang tercinta









0 komentar:
Posting Komentar