Nasehat Bijak Untuk Kehidupan - Kalian semua pasti pernah mendengarkan kata nasehat. Nasehat sering sekali kita dengarkan, apalagi ketika kita masih kecil. Rasanya hampir setiap saat kita mendengarkan nasehat, baik dari orang tua kita sendiri maupun dari orang lain. Ada yang bersifat lembut dan ada pula dengan cara kasar. Ketika kita melihat kebelakang, yaitu sejak kita masih kecil, terkadang nasehat itu selalu dikait-kaitkan dengan kesalahan. Ketika kita berbuat salah selalu ada nasehat. Sebenarnya yang namanya nasehat itu tidak semuanya kemarahan orang tua ataupun orang lain yang limpahkan kepada kita karena kita berbuat salah. Nasehat itu sangat bermanfaat bagi diri kita. Karena dengan nasehat tidak hanya memberikan suatu pelajaran yang berharga tetapi juga dapat merubah kita menjadi ke arah yang lebih baik.
Meskipun sudah besar, kita juga sangat sering bukan diberi nasehat oleh orang-orang yang menyayangi diri kita. Jadi bagi kamu yang sering diberi nasehat jangan suka marah, ngambek, karena itu semua adalah untuk kebaikan hidup kamu sendiri di masa depan. Sebaiknya sebagai orang yang lebih muda kita dengarkan saja apa yang disampaikan oleh orang yang menasehati kita, entah dia orang tua kita, entah dia kakak-kakak kita ataupun saudara-saudara kita lainnya. Memang demikian kita sebagai junior yang harus selalu mengalah dalam segala hal. Tidak usah membantah, tapi dengarkan. Karena dengan kita menjadi pendengar yang baik, itu membuat kita menjadi lebih dewasa dalam bersikap. Menurut sebagian orang, nasehat itu snagat diperlukan agar badan terasa lebih sehat dan bugar layaknya tubuh diberi makan. Karena pada dasarnya jiwa ini juga sangat butuh makanan yaitu nasehat agar tidak lemah dan sakit, tidak jatuh dan menghinakan.
Dalam mengarungi samudera kehidupan banyak sekali terdapat halangan dan berbagai rintangan yang kita hadapi. Itu semua tidak dapat kita pungkiri, karena inilah hidup. Kita wajib hidup, harus siap menerima segala rintangan, dan kemudian kita juga harus siap dengan kematian. Itu lah siklus kehidupan yang kita jalani. Dulu kita dilahirkan oleh orang tua, dari bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai akhirnya kita juga akan menjadi orang tua bagi anak-anak kita dan sampai akhirnya kita kembali kepada yang maha pencipta. Itu semua harus siap kita hadapi dengan penuh senyuman. Itupun yang berlaku seperti bagi orang-orang yang panjang umurnya. Namun, apakah itu juga berlaku untuk kita???? Wallahu'alam bissawab. Itu semua rahasia ilahi, tidak satu orang pun yang mengetahui kapan ajalnya dijemput. Yang terpenting bagi kita umat islam dan sebagai orang yang beriman, bersiap-siap lah disetiap saatnya. Persiapkan bekal kita untuk kehidupan selanjutnya dan kehidupan yang sesungguhnya yang abadi selamanya. Karena malaikat maut bisa datang kapan saja, dimana saja. Dan semuanya itu sudah dicatat oleh Allah jauh sebelum kita dilahirkan ke dunia ini yaitu di lauh mahfuzd.
Semua takdir kita benar-benar sudah ditulis dengan rapi oleh Allah. Mulai dari awal kita hidup sampai detik kematian kita. Nasib baik atau tidak baiknya dirimu, jodohmu, rezekimu, bahkan kematianmu semuanya sudah tertulis di sana. Neraka yang mencekam lagi mengerikan, surga yang elok nan idah menawan semuanya juga sudah tertulis. Tapi dari lembaran yang telah Allah tuliskan untuk kita, namun Allah juga menyediakan lembaran-lembaran kosong untuk kita tulis sesuka hati kita. Kita dapat berkarya dan mengekspresikan diri diatas lembaran-lembaran kosong tersebut.
Tak hanya sebatas itu saja, Allah yang Maha pengasih lagi maha pemurah dan Allah maha segalanya. Semua takdir yang telah Allah tuliskan di lauh mahfuzd bisa saja Allah menghapusnya dalam sekejab sesuai dengan kehendak-Nya. Sungguh Allah sangat mencintai makhluk-Nya, bahkan semua takdir yang telah ditulis di lauh mahfuzd dapat Allah hapus dengan cara kita memperbanyak doa dan berbuat kebaikan. Allah berfirman dalam Al-quran surah Ar-Ra'd yang berbunyi ;
Dan nabi Muhammad SAW bersabda ;
Hidup di dunia bukanlah untuk selamanya, tapi hanyalah sebentar layaknya orang yang mampir untuk minum. Janganlah sampai kita dibutakan oleh dunia ini. Sehingga kita melupakan kehidupan di akhirat yang kekal abadi. Tempatkanlah dunia ini di tangan kita, jangan beri tempat di hati kita. Agar jangan sampai dunia yang mengatur kita, tetapi kita lah yang akan mengaturnya.
Allah Maha Pengampun atas segala dosa-dosa hamba-hamba-Nya. Diriku ini juga bukan lah seorang hamba yang shaleha, melainkan seorang hamba yang masih sangat haus akan kasih sayang-Nya. Hamba yang berlumuran dosa sampai saat ini. Entah sudah berapa banyak dosa yang menggunung telah hamba kumpulkan selama ini. Ya Allah ampuni lah segala dosa dan kekhilafan hamba, tunjukkanlah hamba ke jalan yang lurus, tuntunlah hamba ke jalan untuk menuju surga-Mu. Bimbing lah hamba kepada jalan yang Engkau ridhai sampai akhir hayat. Amin Ya Rabbal 'Alamin.









0 komentar:
Posting Komentar