Menuntut Ilmu Wajib Bagi Setiap Muslim - Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Karena ilmu adalah kunci untuk menyelesaikan segala permasalahan. Baik itu permasalahan tentang agama maupun permasalahan kehidupan dunia ini. Ilmu itu ibarat cahaya, ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih. Artinya, Ilmu itu tidak akan dapat menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya. Ilmu itu memiliki fungsi sebagai petunjuk bagi manusia, pemberi cahaya bagi orang yang ada dalam kegelapan.
Menuntut ilmu diwajibkan bagi setiap kaum muslim baik laki-laki maupun perempuan, guna untuk memperluas wawasan sehingga derajat kita pun terangkat dan juga untuk menggapai kebahagian dunia maupun akhirat. Jika seseorang ingin kebahagian di dunia maka ia harus memiliki ilmu, dan apabila ia menginginkan kebahagian di akhirat maka ia pula harus memiliki ilmu. Dalam menuntut ilmu tidak ada perbedaan antara laki-laki maupun perempuan, semuanya wajib. Hanya saja dalam menuntut ilmu tersebut harus lah sesuai dengan ketentuan syariat islam. Dengan adanya ilmu kita dapat membedakan mana yang halal dan mana pula yang haram, mana yang benar dan mana pula yang salah. Dengan adanya ilmu kita dapat mengerjakan shalat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya dengan benar. Dan mampu menyikapi berbagai permasalahan hidup sesuai dengan syariat islam yang benar.
Dalam menuntut ilmu tidak saja dilakukan dilembaga-lembaga formal, tetapi dapat juga dilakukan dilembaga-lembaga non formal. Pengalaman hidup baik dari orang lain maupun hidup kita sendiri juga dapat dijadikan sebagai guru. Dimana kita dapat mengambil pelajaran dari cerita hidup orang di sekeliling. Begitu pula dengan tempatnya, kita boleh menuntut ilmu dari tempat yang dekat maupun tempat yang jauh, asalkan ilmu yang dituntut dapat bermanfaat khususnya untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Bahkan Rasulullah saja pernah memerintahkan kepada umatnya untuk dapat menuntut ilmu walaupun sampai ke negeri China. Selain itu menuntut ilmu itu tidak ada batas usianya terutama ilmu agama Allah. Sebagaimana yang sering kita dengar hadist Rasulullah SAW yang artinya bahwa "Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat". Maksudnya dari sejak lahir kita sudah dianjurkan untuk menuntut ilmu, tentu disaat kita masih bayi gurunya adalah ibu kita sendiri.
Maka dari itu wahai para ibunda, anda lah guru pertama yang mengajarkan putra putri anda. Didiklah mereka sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Jangan lah anda mengubah warna putih menjadi noda-noda hitam atau bahkan hitam keseluruhannya. Anak anda ibarat kertas putih yang tak bernoda, jadi jagalah ia agar selalu dan selamanya menjadi putih dan bening. Anak adalah anugerah Allah dan amanah yang dititipkan Allah kepada anda. Jangan pernah anda sia-siakan mereka walau hanya sedetikpun. Jika anda berhasil mendidiknya dengan cara memberi ilmu agama Allah dan menanam akhlak yang baik, maka mereka akan menjadi aset anda baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Meskipun gurunya yang pertama adalah ibunya, ayah juga sangat berperan dalam hal mendidik dan memberi ilmu kepada buah hatinya. Terutama dalam hal mencari nafkah. Karena apabila sedikitpun terdapat harta yang bersifat haram, lalu dimakan oleh isteri dan anak-anakmu. Maka jangan pernah berharap bau surga kepada anggota keluargamu, bahkan dirimu sendiri. Dan anda lah yang akan bertanggung jawab atas semuanya. Meskipun ibunya yang banyak berperan dalam mendidik dan mengasuh anak, tapi anda wahai para ayah yang menjadi kepala guru atau kepala keluarga. Ingat lah wahai para ayah, jangan sekali-kali mencoba memberikan harta haram kepada keluargamu (isteri dan anak-anakmu), karena kelak engkau akan mempertanggung jawabkan di pengadilan Allah SWT.
Ingat lah selalu wahai sahabatku.....
Bahwa perbuatan kita di dunia selalu di rekam dan akan ditayangkan kembali dihadapan lautan manusia. Masya Allah.... Akan kah rekaman kita kelak menjadi tontonan yang baik. Akan kah video kita menjadi juara terbaik yang tanpa sedikitpun celaan dan hinaan. Akan kah film kita nanti akan menjadi film terfavorit yang tanpa sedikitpun dosa dan nista serta maksiat.... Nauzubillahi min zalik.
Bahwa perbuatan kita di dunia selalu di rekam dan akan ditayangkan kembali dihadapan lautan manusia. Masya Allah.... Akan kah rekaman kita kelak menjadi tontonan yang baik. Akan kah video kita menjadi juara terbaik yang tanpa sedikitpun celaan dan hinaan. Akan kah film kita nanti akan menjadi film terfavorit yang tanpa sedikitpun dosa dan nista serta maksiat.... Nauzubillahi min zalik.
Oleh karena itu wahai sahabatku, selagi hayat masih dikandung badan marilah kita bertaubat dan memperbanyak melakukan hal-hal yang baik serta memperbanyak beribadah sunah disamping ibadah yang wajib. Bertaubat dengan sesungguhnya. Bertaubat itu pula kita membutuhkan ilmu. Tanpa ilmu kita tidak dapat berbuat apa-apa. Orang yang berilmu itu tidak akan mudah dikelabui oleh orang lain. Dengan adanya ilmu kita akan lebih mulus dalam menjalani hidup meski hidup ini penuh dengan rintangan, karena yang membentengi diri kita ini adalah ilmu. Untuk mencapai cita-cita setinggi apapun juga dibutuhkan ilmu. Ilmu dapat membantu manusia untuk meningkatkan taraf hidup menuju kesejahteraan, baik rohani maupun jasmani. Ilmu merupakan alat untuk membuka rahasia alam, rahasia kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Orang yang beriman tentu sudah punya ilmu. Jika iman dan ilmu yang berjalan didepan Insya Allah kita akan selamat dunia dan akhirat. Ilmu adalah amalan yang tidak terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: ”jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori dan Muslim).
Setelah kita mendapatkan ilmu maka kita harus mengamalkannya, karena apabila kita tidak mengamalkannya maka hidup kita akan sia-sia belaka. Seperti kata pepatah 'berilmu tanpa beramal maka ibarat pohon tanpa buah'. Apabila kita sudah memiliki ilmu maka aplikasikanlah dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat membedakan mana orang yang sudah berilmu dengan tanpa berilmu. Dan bahkan dapat membagi-bagikan ilmunya kepada orang lain agar bermanfaat bagi semuanya. Dan dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, tunjukkan dengan sikap dan perilaku kita sebagai orang yang berilmu seperti berbicara dan bersikap yang sopan dan santun serta tidak mudah tersinggung apa lagi mudah marah. Contohkan dengan sikap yang ramah serta santun dalam segala hal.
Orang yang mempunyai ilmu mendapat
kehormatan dan derajat di sisi Allah dan Rasul-Nya. Banyak ayat Al-Qur’an yang mengarah
agar umatnya mau menuntut ilmu, seperti yang terdapat dalam Qs Al Qur'an,
Qs.
Al Mujadalah ayat 11:
يَرْفَعِ اللهُ
الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Artinya :
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
Qs.
Ali Imraan ayat 18:
شَهِدَ اللَّهُ
أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ
لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ [آل عمران:18
Artinya :
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan
orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan
(yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
[Ali Imraan : 18]
Qs.
Az Zumar ayat 9
قُلْ هَلْ
يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ [الزمر:9]
Artinya : “Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan
orang yang tidak tahu.” [Az Zumar : 9]
Selain yang terkandung di dalam Al-Quran, banyak pula hadist-hadisti yang mengarahkan untuk menuntut ilmu. Adapun salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim
dalam shahihnya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Yang membahas
menuntut ilmu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَمَنْ
سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى
الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ
كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ
السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ ، وَذَكَرَهُمُ
اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Artinya : “Barangsiapa yang menempuh suatu
perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan baginya
jalan ke surga. Tidaklah berkumpul suatu kaum disalah satu masjid diantara
masjid-masjid Allah, mereka membaca Kitabullah serta saling mempelajarinya
kecuali akan turun kepada mereka ketenangan dan rahmat serta diliputi
oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan para malaikat.”
عَنْ عَبْدِ
اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَِّبيُ صلى الله عليه وسلم :
لاَحَسَدَ إِلاَ فِي اثْنَتَيْنِ : رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ مَا لاً فَسُِّلطَ عَلىَ
هَلَكِتهِ فيِ الَحقّ ِ, وَ رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ الْحِكْمةَ فَهُوَ يَقْضِى ِبهَا
وَيُعَلِمُهَا (رواه البجاري)
Artinya :
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi
Muhamad pernah bersabda :”Janganlah ingin seperti orang lain, kecuali seperti
dua orang ini. Pertama orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah dan ia
membelanjakannya secara benar, kedua orang yang diberi Allah al-Hikmah dan ia
berprilaku sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain (HR Bukhari)
Hadits : Menginginkan Kebahagiaan
Dunia-Akhirat Harus dengan Ilmu
مَنْ أَرَا
دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ
بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَافَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya : ”Barang siapa yang
menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa
yang menghendaki kehidupan Akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan
barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR.
Turmudzi)
Hadits : Keutamaan Mencari Ilmu
مَنْ خَرَجَ فِى
طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : ”Barang siapa yang keluar
untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR.
Turmudzi)
Hadits : Kewajiban dan
Keutamaan Menuntut Ilmu
مَنْ سَلَكَ
طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا
إِلَىالْجَنَّةِ
Artinya : ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari
suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)
Hadits : Menuntut Ilmu
أُطْلُبِ
الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الَّلحْدِ
Artinya : ”Carilah ilmu sejak dari
buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits)
Rasulullah SAW adalah kota ilmu, sedangkan Ali bin Abi Thalib adalah gerbang ilmu. Mendengar perkataan demikian kaum khawarij tidak percaya bahwa Ali bin Abi Thalib orang yang pandai sehingga Rasulullah memberi julukan kepadanya "gerbang ilmu". Akhirnya kaum khawarij menguji kepandaian Ali bin Abi Thalib dengan mengajukan satu pertanyaan dan mendapatkan jawaban 10 macam untuk mereka.
Kesepuluh kaum khawarij ini bertanya kepada Ali dengan satu pertanyaan dijawab 10 jawaban.
Orang pertama : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Ilmu lebih mulia daripada harta, buktinya ilmu itu warisan para Nabi. Harta warisan Qarun, Syahdat, Fir’aun dan pengiku-pengikutnya.
Orang kedua : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Ilmu lebih mulia dari harta, buktinya ilmu menjaga kita, Sedangkan harta kita yang menjaganya. Dengan ilmu kita dapat mencari penghasilan dan ilmu itu tidak akan hilang.
Orang ketiga : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Orang yang banyak ilmu banyak sahabat,dimuliakan orang Sedangkan orang yang banyak harta banyak musuh dan dengan banyak harta hati lebih cenderung kepada dunia.
Orang keempat : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Ilmu lebih mulia daripada harta, buktinya Jika kita memberi ilmu kepada orang lain maka ilmu itu akan bertambah, sedangkan harta jika diberikan kepada orang lain maka harta itu akan habis.
Orang kelima : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Orang yang berilmu itu akan dipanggil dengan kemuliaan, misal; dengan sebutan profesor, doctor dsb. Karena semua sebutan itu didapat dengan ilmu, sedangkan orang yang banyak harta akan kikir.
Orang keenam : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Ilmu terhindar dari pencuri { ilmu tidak dapat dicuri }, ilmu akan tersebar luas sedangkan harta akan tetap ( menetap ).
Orang ketujuh : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Ilmu tetap tinggi dari harta, ilmu yang bermanfaat dinamakan sedekah jariah yaitu bermanfaat sampai hari kiamat. Kalau harta akan dihisab sampai hari kiamat.
Orang kedelapan : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Ilmuakan abadi bahkan berkembang tidak akan rapuh atau rusak sedangkan harta akan rapuh dengan perkembangan zaman.
Orang kesembilan : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Ilmu dapat menerangi hati, harta dapat mengotori hati karena demi harta orang mau menempuh jalan apa saja.
Orang kesepuluh : Manakah yang lebih bermanfaat ilmu atau harta ?
Ali menjawab : Orang yang berilmu itu selalu membawa kepada Ibadah dan harta pun kadangkala dapat juga membawa seseorang dekat kepada Allah yaitu harta yang dinafkahkan (disedekahkan).










0 komentar:
Posting Komentar