Teka Teki Kehidupan
Teka Teki Kehidupan – Setiap manusia memaknai arti kehidupan itu berbeda-beda. Karena cerita hidupnya manusia yang satu dengan yang lain juga berbeda. Ada yang sadar ada pula yang tidak menyadari dari arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya. Tidak ada yang bisa menyangkal kalau seseorang belum mengetahui akan arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya. Tentu semua memerlukan proses dalam pencariannya. Begitu manusia menemukan apa arti kehidupan tersebut, berarti ia telah menemukan jati diri yang sesungguhnya.
Terlintas dibenakku ketika melihat seorang nenek berjalan kaki dengan tertatih-tatih menjual jamu keliling. Belum tentu setiap hari ada yang laku. Rasa kasihan bercampur sedih datang ketika melihat kondisi tersebut. Terinspirasi dibenakku, itulah arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya. Kemudian ada lagi suatu cerita yang sangat bertolak belakang dari kisah nenek penjual jamu keliling tadi. Seseorang yang hidupnya berkecukupan, penuh dengan kemewahan tiada derita yang menghampirinya akan tetapi ia tidak mempunyai arti kehidupan yang sesungguhnya. Itulah namanya hidup ada susah, sedih, suka duka menyelimuti kehidupan. Dari kedua cerita di atas, jelas mana yang lebih menikmati hidup dalam pencarian jati diri. Hidup adalah suatu tantangan yang harus dihadapi dan perjuangan yang harus dimenangkan.
Semua peristiwa-peristiwa besar dalam hidup kita telah ditakdirkan. Peristiwa-peristiwa ini termasuk kelahiran kita, keluarga di mana kita dilahirkan, orang yang kita nikahi, anak-anak yang kita miliki, penyakit serius dan waktu kematian kita. Yang perlu kita ingat bahwa hidup ini bukan lah untuk selamanya. Nikmati hidup apa adanya dengan perjuangan semampunya. Taqdir itulah yang kita terima dengan keikhlasan hati setelah kita berusaha. Mungkin kita akan terasa goyang saat ditimpa musibah kehilangan akan sesuatu ataupun lainnya yang menyebabkan diri terombang-ambing dalam kehidupan. Ingatlah! Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuanmu. Janganlah pernah berputus asa, karena Allah memberinya padamu, Dia akan membantumu melewatinya. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi. Seberat apapun harimu, jalanilah dengan penuh senyuman dan hati yang tulus. Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!! Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !
Namun, disamping itu manusia sebagai makhluk sosial tentu hidupnya membutuhkan orang lain untuk berinteraksi. Tak dapat dipungkiri, setiap manusia pasti ada kesalahan dan kesilapan minimal salah dalam berucap sehingga membuat orang lain tersinggung bahkan melukai hatinya. Karena sesungguhnya manusia itu selalu dalam berlumuran dosa. Maka dari itu, kita sebagai orang yang beriman berusahalah sebisa mungkin untuk menahan lidah, atau berpikir dahulu sebelum berucap. Hidup ini tidak ada seorang pun yang dapat menerka-nerka akan kejadian hari ini, besok dan yang akan datang. Kita tidak bisa menjamin bahwa 1 menit kemudian umur kita masih panjang, karena rezeki, umur, jodoh adalah semua rahasia ilahi. Oleh karena itu, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan di dunia ini untuk berbuat baik dan beribadah kepada Allah SWT. Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kamu menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
Kita berjuang hidup untuk mencari kepuasan dan kebahagiaan duniawi. Namun, setelah kita mencapai tujuan-tujuan duniawi, kebahagiaan dan kepuasaan yang dihasilkan hanya bertahan sebentar/ singkat, kemudian kita mengejar mimpi selanjutnya untuk diraih. Setiap orang sangat manusiawi dalam hal tersebut. Tapi, kita tidak boleh lupa bahwa kebahagiaan yang hakiki adalah kelak di hari akhirat. Artinya walaupun kita terlalu sibuk dalam mencari kebahagiaan dunia, jangan lah pernah meninggalkan ibadah kepada Allah.
Nikmati hidup ini seolah-olah kita hidup selamanya, beribadahlah dengan sungguh-sungguh seolah-olah besok kita akan meninggal. Jangan pernah berkata, menyesal dalam hidup ini, karena Allah menciptakan sesuatu itu bukan untuk sia-sia, semuanya pasti ada manfaatnya. Meskipun hidup begitu sulit, bersabarlah dan ingatlah Allah !!. Bahkan jika musibah menimpamu bertubi-tubi, itu bukan berarti Allah menghukummu, melainkan Allah sedang memandangmu dengan penuh kasih sayang, menguji untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaanmu. Apalagi dirimu itu adalah jelas-jelas orang yang beriman dan shalih. Jangan pernah sekali-kali menimbang penilaian manusia karena semuanya itu adalah bersifat semu. Tapi penilaian Allah yang kita harapkan dan hadiahnya adalah surga-Nya kelak. Kehidupan ini tiada yang abadi, karena untuk setiap ‘Selamat Datang’ akan selalu diakhiri dengan ‘Selamat Tinggal’.
Mudah-mudahan hari-hari yang kita isi di dunia yang fana ini penuh makna dan manfaat untuk orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesamanya.
Teka Teki Kehidupan – Setiap manusia memaknai arti kehidupan itu berbeda-beda. Karena cerita hidupnya manusia yang satu dengan yang lain juga berbeda. Ada yang sadar ada pula yang tidak menyadari dari arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya. Tidak ada yang bisa menyangkal kalau seseorang belum mengetahui akan arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya. Tentu semua memerlukan proses dalam pencariannya. Begitu manusia menemukan apa arti kehidupan tersebut, berarti ia telah menemukan jati diri yang sesungguhnya.
Terlintas dibenakku ketika melihat seorang nenek berjalan kaki dengan tertatih-tatih menjual jamu keliling. Belum tentu setiap hari ada yang laku. Rasa kasihan bercampur sedih datang ketika melihat kondisi tersebut. Terinspirasi dibenakku, itulah arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya. Kemudian ada lagi suatu cerita yang sangat bertolak belakang dari kisah nenek penjual jamu keliling tadi. Seseorang yang hidupnya berkecukupan, penuh dengan kemewahan tiada derita yang menghampirinya akan tetapi ia tidak mempunyai arti kehidupan yang sesungguhnya. Itulah namanya hidup ada susah, sedih, suka duka menyelimuti kehidupan. Dari kedua cerita di atas, jelas mana yang lebih menikmati hidup dalam pencarian jati diri. Hidup adalah suatu tantangan yang harus dihadapi dan perjuangan yang harus dimenangkan.
Namun, disamping itu manusia sebagai makhluk sosial tentu hidupnya membutuhkan orang lain untuk berinteraksi. Tak dapat dipungkiri, setiap manusia pasti ada kesalahan dan kesilapan minimal salah dalam berucap sehingga membuat orang lain tersinggung bahkan melukai hatinya. Karena sesungguhnya manusia itu selalu dalam berlumuran dosa. Maka dari itu, kita sebagai orang yang beriman berusahalah sebisa mungkin untuk menahan lidah, atau berpikir dahulu sebelum berucap. Hidup ini tidak ada seorang pun yang dapat menerka-nerka akan kejadian hari ini, besok dan yang akan datang. Kita tidak bisa menjamin bahwa 1 menit kemudian umur kita masih panjang, karena rezeki, umur, jodoh adalah semua rahasia ilahi. Oleh karena itu, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan di dunia ini untuk berbuat baik dan beribadah kepada Allah SWT. Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kamu menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
Kita berjuang hidup untuk mencari kepuasan dan kebahagiaan duniawi. Namun, setelah kita mencapai tujuan-tujuan duniawi, kebahagiaan dan kepuasaan yang dihasilkan hanya bertahan sebentar/ singkat, kemudian kita mengejar mimpi selanjutnya untuk diraih. Setiap orang sangat manusiawi dalam hal tersebut. Tapi, kita tidak boleh lupa bahwa kebahagiaan yang hakiki adalah kelak di hari akhirat. Artinya walaupun kita terlalu sibuk dalam mencari kebahagiaan dunia, jangan lah pernah meninggalkan ibadah kepada Allah.
Nikmati hidup ini seolah-olah kita hidup selamanya, beribadahlah dengan sungguh-sungguh seolah-olah besok kita akan meninggal. Jangan pernah berkata, menyesal dalam hidup ini, karena Allah menciptakan sesuatu itu bukan untuk sia-sia, semuanya pasti ada manfaatnya. Meskipun hidup begitu sulit, bersabarlah dan ingatlah Allah !!. Bahkan jika musibah menimpamu bertubi-tubi, itu bukan berarti Allah menghukummu, melainkan Allah sedang memandangmu dengan penuh kasih sayang, menguji untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaanmu. Apalagi dirimu itu adalah jelas-jelas orang yang beriman dan shalih. Jangan pernah sekali-kali menimbang penilaian manusia karena semuanya itu adalah bersifat semu. Tapi penilaian Allah yang kita harapkan dan hadiahnya adalah surga-Nya kelak. Kehidupan ini tiada yang abadi, karena untuk setiap ‘Selamat Datang’ akan selalu diakhiri dengan ‘Selamat Tinggal’.
Mudah-mudahan hari-hari yang kita isi di dunia yang fana ini penuh makna dan manfaat untuk orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesamanya.




0 komentar:
Posting Komentar