Pengaruh Televisi bagi Anak-anak
Pengaruh Televisi bagi Anak-anak - Menonton televisi (TV) sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, sehingga waktu luang sering dihabiskan untuk menonton. Kebanyakan pengguna televisi adalah anak-anak dan remaja yang berinteraksi secara pasif dengan televisi. Bahkan seringkali terhanyut dalam adegan-adegan yang ada dalam siaran yang mereka tonton. Tidak sedikit anak-anak usia SD menjadi korban dari film yang mereka tonton, tentu tontonan yang tidak sesuai dengan usia mereka, baik itu film yang hanya dapat ditonton oleh usia 17 tahun ke atas, atau film yang bersifat kekerasan. Untuk itu, tugas orang tua harus dapat mengontrol channel televisi di saat anak menonton, bahkan sebaiknya temani anak menonton. Jangan pernah membiarkan mereka bebas menonton dan memilih acara-acara televisi yang belum layak mereka tonton. Karena pada dasarnya anak-anak itu bersifat meniru dan ingin tahu. Jadi, sudah pasti mereka ingin mencoba apa yang mereka lihat. Mereka belum bisa mencerna mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi mereka.
Selain itu, keseringan menonton juga berakibat fatal buat si anak. Diantaranya pandangan mata tak normal karena pengaruh sinar ultra violet dari kaca, tubuh menjadi malas, syaraf terganggu, kisah khayal dan pertunjukkan berefek negatif, dan lebih besar dari semua itu adalah pertunjukkan melanggar syariat dan merusak moral.
Televisi sebagai sebuah media tentu mempunyai dampak positif dan negatif diantaranya adalah;
Pengaruh Televisi bagi Anak-anak - Menonton televisi (TV) sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, sehingga waktu luang sering dihabiskan untuk menonton. Kebanyakan pengguna televisi adalah anak-anak dan remaja yang berinteraksi secara pasif dengan televisi. Bahkan seringkali terhanyut dalam adegan-adegan yang ada dalam siaran yang mereka tonton. Tidak sedikit anak-anak usia SD menjadi korban dari film yang mereka tonton, tentu tontonan yang tidak sesuai dengan usia mereka, baik itu film yang hanya dapat ditonton oleh usia 17 tahun ke atas, atau film yang bersifat kekerasan. Untuk itu, tugas orang tua harus dapat mengontrol channel televisi di saat anak menonton, bahkan sebaiknya temani anak menonton. Jangan pernah membiarkan mereka bebas menonton dan memilih acara-acara televisi yang belum layak mereka tonton. Karena pada dasarnya anak-anak itu bersifat meniru dan ingin tahu. Jadi, sudah pasti mereka ingin mencoba apa yang mereka lihat. Mereka belum bisa mencerna mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi mereka.
Selain itu, keseringan menonton juga berakibat fatal buat si anak. Diantaranya pandangan mata tak normal karena pengaruh sinar ultra violet dari kaca, tubuh menjadi malas, syaraf terganggu, kisah khayal dan pertunjukkan berefek negatif, dan lebih besar dari semua itu adalah pertunjukkan melanggar syariat dan merusak moral.
Televisi sebagai sebuah media tentu mempunyai dampak positif dan negatif diantaranya adalah;
Dampak Positif
a. Kacamata Dunia Melalui televisi kita dapat mengetahui berita-berita dari dalam negeri maupun luar negeri. Tanpa mendatangi dunia luar tetapi kita juga mengetahui keadaan negara-negara lainnya. Begitu pula dengan berita yang selalu up to date, peristiwa yang terjadi dinegeri seberang pun kita dapat mengetahui, meskipun hanya di rumah saja. Sehingga kita tidak ketinggalan informasi dan juga memiliki wawasan yang luas.
b. Sumber Pendidikan
Dewasa ini tidak sedikit siaran televisi yang menyiarkan tentang pendidikan baik itu tingkat usia sekolah dasar sampai usia dewasa. Bahkan juga ada penayangan acara yang kreatif sehingga bisa mengajak anak untuk meniru, baik itu berupa bacaan, maupun berupa keterampilan/kerajinan tangan. sehingga anak mendapat ide-ide kreatif dari tontonan tersebut dan juga menjadi penunjang dalam pelajaran sekolah khususnya dalam hal pengetahuan umum.
c. Memperkaya Pengalaman
Televisi memungkinkan anak mengalami berbagai hal tanpa harus merasakannya sendiri. misalnya menonton kisah perjuangan hidup seorang anak yang selalu bersyukur meskipun ia tidak mempunyai kehidupan yang mewah. Disana, anak dapat menyimpulkan dan mendapatkan hikmah dari tontonannya, sehingga tontonan bisa jadi sebuah tuntunan.
d. Hiburan
Kebanyakan anak-anak memperoleh hiburan melalui menonton televisi. Terutama bagi anak yang orang tuanya terlalu sibuk, sehingga sering melupakan refreshing atau hiburan bagi anak-anaknya, dan juga bagi orang tua yang tidak berkemampuan untuk berjalan-jalan guna menghiburkan anak-anaknya. Jadi, saluran televisi sarana satu-satunya untuk mendapatkan hiburan bagi anak-anak mereka.
Dampak Negatif
a. Menyia-nyiakan waktu
Kebiasaan anak ketika menonton tidak teringat dengan waktu, baik itu siang maupun malam. Sementara dia sebagai seorang pelajar dan juga seorang anak juga sudah memiliki tanggung jawabnya sendiri, paling tidak tanggungjawab terhadap pekerjaan/tugas sendiri. Misalnya, tugas sekolah yang diberikan guru, membantu orang tua di rumah, menjaga kebersihan tempat tidur sendiri, melakukan olahraga, dan banyak pekerjaan yang positif lainnya yang dapat dilakukan. Efek dari menonton yang terlalu lama mengakibatkan anak melupakan waktunya. Seolah-olah dia tidak mempunyai tugas lain selain menonton, sehingga membuat waktu terbuang sia-sia.
b. Kehilangan waktu untuk bermain
Kecanduan menonton televisi bagi anak dapat membuat mereka kehilangan waktu untuk bermain. Sementara anak tersebut membutuhkan waktu untuk bermain di halaman terbuka, guna untuk perkembangan fisik dan mentalnya, baik itu bermain dengan teman-temannya maupun menghabiskan waktu dengan membaca buku.
c. Penglihatan menjadi terganggu
Akibat dari kelamaan berada di layar televisi, mengakibatkan penglihatan anak menjadi terganggu dikarenakan pengaruh sinar ultraviolet. Selain itu menyebabkan tubuh menjadi malas dan syaraf terganggu. Serta membuat konsentrasi mereka jadi terganggu dan perkembangan otak pun menurun.
d. Mengajarkan anak berperilaku keras
Dikarenakan kemampuan berpikir anak sangat sederhana dan suka meniru, dia menganggap semua yang ditampilkan di televisi dapat ia lakukan sehari-hari di rumah. Sehingga ketika dia menonton adegan kekerasan dia juga ingin mempraktekkannya.
e. Meningkatkan kesenangan terhadap hal-hal dunia
Televisi seringkali menampilkan tokoh dan watak yang umumnya mencerminkan hal-hal yang menjadi obsesi pemirsa seperti, kaya, indah, mewah, cantik/ganteng, bahagia dan sebagainya. Sehingga anak berpikir juga demikian yang harus dicari dan dituntut itu hanya bersifat keduniaan saja.
Televisi memang butuh sebagai sarana hiburan, dan juga sumber ilmu pengetahuan. Tetapi sebagai orang tua juga harus pandai dalam memanajemen atau mengontrol anak dalam memilih saluran-saluran televisi yang bermutu. Jadikanlah tontonan televisi tidak hanya sebagai hiburan bagi anak, tetapi sekaligus menjadi tuntunan anggota keluarga.
a. Kacamata Dunia Melalui televisi kita dapat mengetahui berita-berita dari dalam negeri maupun luar negeri. Tanpa mendatangi dunia luar tetapi kita juga mengetahui keadaan negara-negara lainnya. Begitu pula dengan berita yang selalu up to date, peristiwa yang terjadi dinegeri seberang pun kita dapat mengetahui, meskipun hanya di rumah saja. Sehingga kita tidak ketinggalan informasi dan juga memiliki wawasan yang luas.
b. Sumber Pendidikan
Dewasa ini tidak sedikit siaran televisi yang menyiarkan tentang pendidikan baik itu tingkat usia sekolah dasar sampai usia dewasa. Bahkan juga ada penayangan acara yang kreatif sehingga bisa mengajak anak untuk meniru, baik itu berupa bacaan, maupun berupa keterampilan/kerajinan tangan. sehingga anak mendapat ide-ide kreatif dari tontonan tersebut dan juga menjadi penunjang dalam pelajaran sekolah khususnya dalam hal pengetahuan umum.
c. Memperkaya Pengalaman
Televisi memungkinkan anak mengalami berbagai hal tanpa harus merasakannya sendiri. misalnya menonton kisah perjuangan hidup seorang anak yang selalu bersyukur meskipun ia tidak mempunyai kehidupan yang mewah. Disana, anak dapat menyimpulkan dan mendapatkan hikmah dari tontonannya, sehingga tontonan bisa jadi sebuah tuntunan.
d. Hiburan
Kebanyakan anak-anak memperoleh hiburan melalui menonton televisi. Terutama bagi anak yang orang tuanya terlalu sibuk, sehingga sering melupakan refreshing atau hiburan bagi anak-anaknya, dan juga bagi orang tua yang tidak berkemampuan untuk berjalan-jalan guna menghiburkan anak-anaknya. Jadi, saluran televisi sarana satu-satunya untuk mendapatkan hiburan bagi anak-anak mereka.
Dampak Negatif
a. Menyia-nyiakan waktu
Kebiasaan anak ketika menonton tidak teringat dengan waktu, baik itu siang maupun malam. Sementara dia sebagai seorang pelajar dan juga seorang anak juga sudah memiliki tanggung jawabnya sendiri, paling tidak tanggungjawab terhadap pekerjaan/tugas sendiri. Misalnya, tugas sekolah yang diberikan guru, membantu orang tua di rumah, menjaga kebersihan tempat tidur sendiri, melakukan olahraga, dan banyak pekerjaan yang positif lainnya yang dapat dilakukan. Efek dari menonton yang terlalu lama mengakibatkan anak melupakan waktunya. Seolah-olah dia tidak mempunyai tugas lain selain menonton, sehingga membuat waktu terbuang sia-sia.
b. Kehilangan waktu untuk bermain
Kecanduan menonton televisi bagi anak dapat membuat mereka kehilangan waktu untuk bermain. Sementara anak tersebut membutuhkan waktu untuk bermain di halaman terbuka, guna untuk perkembangan fisik dan mentalnya, baik itu bermain dengan teman-temannya maupun menghabiskan waktu dengan membaca buku.
c. Penglihatan menjadi terganggu
Akibat dari kelamaan berada di layar televisi, mengakibatkan penglihatan anak menjadi terganggu dikarenakan pengaruh sinar ultraviolet. Selain itu menyebabkan tubuh menjadi malas dan syaraf terganggu. Serta membuat konsentrasi mereka jadi terganggu dan perkembangan otak pun menurun.
d. Mengajarkan anak berperilaku keras
Dikarenakan kemampuan berpikir anak sangat sederhana dan suka meniru, dia menganggap semua yang ditampilkan di televisi dapat ia lakukan sehari-hari di rumah. Sehingga ketika dia menonton adegan kekerasan dia juga ingin mempraktekkannya.
e. Meningkatkan kesenangan terhadap hal-hal dunia
Televisi seringkali menampilkan tokoh dan watak yang umumnya mencerminkan hal-hal yang menjadi obsesi pemirsa seperti, kaya, indah, mewah, cantik/ganteng, bahagia dan sebagainya. Sehingga anak berpikir juga demikian yang harus dicari dan dituntut itu hanya bersifat keduniaan saja.
Televisi memang butuh sebagai sarana hiburan, dan juga sumber ilmu pengetahuan. Tetapi sebagai orang tua juga harus pandai dalam memanajemen atau mengontrol anak dalam memilih saluran-saluran televisi yang bermutu. Jadikanlah tontonan televisi tidak hanya sebagai hiburan bagi anak, tetapi sekaligus menjadi tuntunan anggota keluarga.



0 komentar:
Posting Komentar