- Cermin adalah sebuah benda mati yang dapat menunjukkan fisik atau tubuh kita secara nyata. Namun, terkadang dia juga membuat kita terlena dengan penampilan yang begitu indah. Karena cermin hanya dapat menampilkan bentuk luarannya saja. Kita tidak dapat melihat isi dalamnya melalui cermin. Itulah cermin, yang selalu kita gunakan untuk memperbaiki tubuh kita jika ada sedikit pun cacat. Tapi, sungguh sangat disayangkan bagi kita semua yang tidak pernah melihat dan memperbaiki isi dalam tubuh kita, yaitu hati. Mari kita renungkan sejenak !!!
Wajahku Adalah Topeng
Bercermin diri
Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok wajah yang lama ku kenal
Dan sering kulihat namun aneh, sesungguhnya
Aku belum mengenal siapa yang ku lihat
Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya
Apakah wajahku kelak akan bercahaya
Bersinar, indah di surga sana
Atau wajah ini yang kelak akan hangus
Legam di neraka Jahannnam
Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Apakah mata ini yang akan menatap
Dengan kelezatan, kerinduan, keindahan, kesejukan dan kebahagiaan
Menatap Allah, Rasulullah dan Kekasih-kekasih Allah
Ataukah mata ini yang terbelalak, melotot, menganga
Terbuai, menatap neraka Jahannam yang menyala-nyala, yang tak seorangpun dapat menahannya
Tatkala kutatap mulut, apakah mulut dan lidah ini
Yang mendesak kerinduan yang tak putus-putusnya dari
mengucap 'zikrullah dan lantunan ayat-ayat suci al-Quran'
Ataukah yang selalu digunakan untuk mencela manusia lainnya
Ataukah mulut ini yang menga-nga menelan air dan makanan dari api neraka Jahannam
Malaikat datang menjemput,
Sudah cukupkah atau siapkah aku ????
Untuk kembali kepada Sang Pencipta, kembali kepada- Mu, Ya Allah...
Baikkah atau burukkah amal yang mengiringi aku ke sana
Dengan lidah menjulur jeritan pilu
Yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengaran
Apakah gerangan yang engkau ucapkan
wajah, mulut yang malang
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan
Berapa banyak hati yang remuk dengan pisau kata-katamu
Berapa banyak hati yang luka dengan sayatan lidahmu yang beracun
Untuk kembali kepada Sang Pencipta, kembali kepada- Mu, Ya Allah...
Baikkah atau burukkah amal yang mengiringi aku ke sana
Dengan lidah menjulur jeritan pilu
Yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengaran
Apakah gerangan yang engkau ucapkan
wajah, mulut yang malang
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan
Berapa banyak hati yang remuk dengan pisau kata-katamu
Berapa banyak hati yang luka dengan sayatan lidahmu yang beracun
Tatkala kutatap tubuhku
Apakah tubuh ini yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkrama di surga
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur berantakan, mendidih di dalam lahar yang membara
Dengan derita yang tak pernah berakhir
Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan
Berapa banyak orang yang engkau zalimi
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu
Ketika ku tatap wahai tubuh,,
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Atau setetes embun yang mudah sirna dipancari panas matahari
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Atau sebusuk kotoran-kotoranmu
Betapa beda, apa yang tampak di cermin
Dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu, aku tertipu oleh topeng
Betapa kulihat hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah hanyalah topeng
Sedang aku ini,,
Hanyalah seonggok sampah yang busuk terbungkus rapi
Aku tertipu, Aku malu Ya Allah !!
Ya Allah !! Selamatkanlah daku ini dari bergelimangan dosa, kesalahan, kesilapan
Dari semua yang bisa menjerumuskan kami ke jurang yang sesat
Aku hanya ingin mulia di sisi-Mu ya Allah
Hanya kepada-Mu ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa
Maha bijaksana, Maha Pengampun, Maha Rahman dan Maha Rahiim


0 komentar:
Posting Komentar