Bahaya Penyakit Hati dapat Membutakan Mata Hati – Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah, jika segumpal darah tersebut baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Apabila segumpal darah tersebut rusak maka rusak pula seluruhnya. Segumpal darah tersebut adalah hati. Hati adalah raja, yang mengatur semua tingkah laku manusia. Tampilan hati yang baik tercermin pada akhlak / tingkah laku seseorang. Untuk menjadi pribadi yang berkharismatik, pribadi yang menawan harus diawali dari perbaikan hati atau akhlaknya. Rasulullah SAW saja diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia. Mengapa harus akhlak ?, karena segala sesuatu yang dilakukan manusia sangat berkaitan dengan akhlak. Akhlak yang terpuji timbul dari hati yang bersih, dilandaskan dengan iman yang kuat.
Bagaimana pula peranan syaitan dalam penyakit hati manusia ini? Dalam satu hadis diriwayatkan oleh Muttafaqun Alaih, Rasulullah SAW bersabda: ” Sesungguhnya Syaitan itu meresap ke dalam diri manusia seperti mengalirnya darah dalam tubuhnya”
Jalan syaitan untuk menyelinap ke dalam hati manusia:
1. Dusta Adakah orang menderita karena kejujuran dan ketulusan, lalu mencari kebahagiaan dalam bayangan kebohongan dan pengkhianatan? Tentu jawabannya tidak. Karena kalau sekalipun dia merasakan kebahagiaan dengan kebohongannya, pasti bersifat semu dan tidak akan lama bertahan. Karena sesungguhnya kebaikan dan kejujuran selalu menang. Jika tidak di dapat di dunia, nantikan di akhirat kelak. Dusta menghapus cahaya kehidupan dan menyalakan api pengkhianatan dalam diri manusia. Akibat dari kebohongan, banyak terjadi kepalsuan-kepalsuan dalam berbagai hal. Baik dari ruang lingkup keluarga, masyarakat, bangsa bahkan negara. Kita tidak boleh mengabaikan bahwa berbohong adalah kejahatan besar. Berbohong (dusta) dapat merusak keserasian antar manusia, mengakhiri ikatan persaudaraan, bahkan menyebarkan kemunafikan.
2. Munafik Kemunafikan adalah wabah berbahaya yang mengancam harkat dan martabat manusia, menjurus kepada perangai-perangai rendah, rasa tak bertanggung jawab, pesimisme, buruk sangka, saling curiga, dan kecemasan. Ciri-ciri orang munafik adalah; apabila berkata ia dusta, apabila dipercaya ia khianat dan apabila berjanji ia mengingkari. Jahatlah seorang ahli ibadah apabila ia mempunyai dua muka dan dua lidah, memuji saudaranya dihadapannya dan memfitnah saudaranya dibelakangnya. Berhati-hatilah dengan orang yang munafik karena ia adalah orang yang sesat lagi menyesatkan. Lain di lidah lain pula di hati.
3. Ghibah Ghibah (mengunjing) adalah membicarakan tentang orang lain, terutama membeberkan keburukan orang lain, sehingga jika didengar oleh orang tersebut menyebabkan dia tidak senang atau marah. Pencemaran dosa yang dilakukan oleh manusia adalah ghibah. Ghibah dapat merusak hubungan antarsesama, saling curiga, merusak keharmonisan dalam bermasyarakat. Sebagaimana dalam Al-Quran menyatakan realita ghibah dalam satu bagian ayat yang singkat tetapi padat berisi “Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?” (Q.S.49:12).
4. Dengki Dengki menyebabkan hancurnya perangai baik dan akhlak yang mulia, dan mencegah hati manusia dari menyediakan ruang-ruang bernilai untuk sahabatnya dan mendapatkan cinta yang bersinar dalam kehidupannya. Dengki adalah sifat yang menyelewengkan manusia dari jalan yang lurus. Orang dengki melewatkan hari-harinya sambil menghancurkan dirinya sendiri dengan merasa sedih atas apa yang tak dapat dicapainya tetapi dicapai orang lain. Dalam satu hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Penyakit umat sebelum kamu telah menular kepada kamu yaitu hasad dengki dan permusuhan. Permusuhan itu ialah pengikis dan pencukur. Saya tidak maksudkan mencukur rambut tetapi ia mengikis agama.”
5. Sombong Orang sombong dan congkak selalu memuji dan mendukung kata-kata dan tindakannya sendiri. Menurut seorang psikolog (Ravankavi), orang yang sombong memandang kekurangannya sebagai keutamaan, dan kesalahannya sebagai kebaikan. Misalnya, ia memandang kemarahannya yang mendadak kepada orang lain sebagai bukti kekuatan pribadinya, kelemahannya sebagai perwujudan rohaninya yang luhur dan peka. Apabila orang sombong ingin mencari kebahagiaan, ia harus melepaskan diri dari penyakit ini, bila tidak ia pasti menghadapi kekecewaan dan kerugian besar.
6. Marah Marah adalah pintu yang paling mudah untuk syaitan menyelinap ke dalam hati manusia. Marah adalah api yang berkobar, bagi yang dapat menahannya berarti ia orang yang kuat yang dapat memadamkan api tersebut. Hindarilah kemarahan karena permulaannya memalukan dan akhirnya menyedihkan. Jika marah mencapai tingkat tertentu dapat menimbulkan kematian yang mendadak. Kesabaran sebagai senjata untuk melawan kemarahan dan menghindari akibat-akibat yang merugikan.
7. Kikir Kikir adalah salah satu sifat yang menghalangi manusia untuk berbuat kebaikan, terutama dalam hal bersedekah. Kekikiran dapat menghancurkan akar-akar kasih sayang, permusuhan, kebahagiaan dan ketenteraman. Jauhilah sifat kikir karena dapat mengiringmu ke neraka, namun kuatkan sifat murah hati karena dengan itu dapat mengantarkanmu ke surga.
8. Serakah Sungguh orang serakah tak pernah puas dengan semua harta di dunia, persis sebagaimana api membakar semua bahan bakar yang diberikan. Sungguh orang yang serakah adalah orang yang hina, menjadi budak malang dari dunia, uang dan harta. Orang yang serakah itu jauh dari sifat bersyukur, setiap hartanya bertambah selalu mengatakan belum cukup dan belum cukup. Keserakahan adalah penggerak kejahatan dan mengantarkan manusia kepada lembah dosa.
Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya. Semoga bacaan tentang Bahaya Penyakit Hati dapat Membutakan Mata Hati ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita tidak termasuk kedalam golongan-golongan yang menderita penyakit hati tersebut. Penawar dari pada penyakit hati adalah kembali kepada Rabbnya. Niscaya hati yang gundah akan kembali tenang.




0 komentar:
Posting Komentar