Menyajikan Informasi dan Model Baju Muslimah terbaru serta Berbagai Artikel Menarik Lainnya

Minggu, 22 November 2015

6 Cara Mengatasi Anak yang “Nakal dan Malas”



6 Cara Mengatasi Anak yang “Nakal dan Malas” - Pada dasarnya anak itu dilahirkan dalam keadaan yang fitrah, suci dan bersih. Anak itu bagaikan kertas putih yang tak bernoda. Namun orang tualah yang meneteskan sedikit demi sedikit noda-noda tersebut, dengan didikan yang tidak demokratis dan tidak religius. Terkadang orang tua lebih memprioritaskan waktunya dengan kesibukan-kesibukan sendiri sehingga anak-anak menjadi terlantarkan. Secara tidak sadar orang tua telah mengabaikan amanah yang sangat besar yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Mereka lebih menganggap bahwa bekerja dan kesibukan kesehariannya adalah merupakan kewajibannya yang besar sehingga untuk mendidik anak-anak menjadi terlupakan. Dan tidak sedikit orang tua menganggap bahwa pendidikan, pelajaran, dan nasehat-nasehat itu hanya bertumpu dan diperoleh dari guru-guru di sekolah. Mereka tidak menyadari bahwa madrasah yang pertama di enyam oleh anak-anak mereka adalah keluarga, ayah dan ibunya. Sehingga orang tua menganggap tugas mereka hanyalah memberi nafkah secara lahiriah, sementara mental anak-anaknya tumbuh dengan sendirinya tanpa ada kontrol dari orang tuanya.

Tak dinyana anak-anak tersebut tumbuh menjadi liar, nakal sehingga malas dalam belajar dan malas untuk menerima nasehat. Secara naluriah, anak-anak tersebut butuh kenyamanan batin, kesejukan jiwa dari orang tuanya. Sehingga dia mencari tempat yang nyaman dan mencari perhatian dari orang lain tidak terkecuali terhadap guru di sekolahnya. Sebenarnya apakah benar anak-anak tersebut diberi label anak yang “nakal dan malas?”. Penulis sendiri tidak setuju dengan sebutan tersebut, karena sesuai yang telah penulis tuliskan di atas, anak-anak itu adalah fitrah.

Tidak sedikit guru-guru yang memberi label siswa “nakal dan malas” karena tidak sanggup mengendalikannya, ada guru yang menganggap anak-anak yang ribut dan hiperaktif adalah anak yang “nakal”. Ada guru yang mengganggap siswa yang tidak mengerjakan tugas, baik di sekolah maupun di rumah adalah anak-anak yang “malas”.                                                                
6 Cara Mengatasi Anak yang “Nakal dan Malas”
Menurut saya tidak ada anak yang “nakal dan malas”, yang ada adalah ;

a. Anak yang mudah kaget, agresif, kehilangan gairah, tertekan dan berprilaku salah. Dikarenakan keluarga memberikan pola pengasuhan yang bersifat otoriter. Anak yang mendapat tekanan dari orang tua. Tekanan ini bisa berupa tuntutan orang tua yang menginginkan anak menjadi selalu nomor satu di sekolahnya. Terkadang dengan keinginan orang tua yang terlalu muluk-muluk membuat anak menjadi kehilangan gairah dalam melakukan apapun terutama dalam hal belajar. Sementara IQ- nya dibawah rata-rata dibanding kawan-kawannya.

b. Anak yang kehilangan kontrol, tidak matang, tidak patuh serta kurang berpartisipasi dalam permainan dan interaksisosial. Dikarenakan keluarga memberikan pola pengasuhan yang bersifat permisif. Anak yang memiliki kontrol diri yang lemah tidak dapat membedakan dan tidak bisa mempelajari tingkah laku yang dapat diterima dan yang tidak dapat diterima.

c. Anak yang “broken home”, anak yang menjadi korban dari ketidakharmonisan orang tuanya atau bahkan bercerai. Suasana di rumah sudah tidak nyaman bagi anak, sehingga anak menjadi tidak fokus dalam belajar. Anak menjadi beban dari permasalahan orang tuanya. Padalah seusia anak SD belum saatnya memikirkan masalah keluarga, bahkan belum pantas memikirkan beban dan masalah dalam keluarganya. Maka dari itu anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang pendiam, murung, cemburuan, dan mudah tersinggung. Apalagi melihat kawan-kawan yang seusianya hidup penuh dengan warna, dengan orang tuanya yang harmonis memberikan kasih sayang yang utuh bagi anaknya.

d. Anak yang mengalami kekerasan dalam keluarganya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya masalah ekonomi. Anak yang mengalami kekerasan di rumah, maka saat di sekolah ia akan menunjukkan sikap memberontak kepada gurunya, bahkan melakukan kekerasan kepada temannya seperti yang ia alami.

Itulah beberapa sebab mengapa anak berperilaku “nakal dan malas”. Saat kita mengetahui latar belakang masalah perilaku anak atau murid kita, tentunya kita akan merasa iba dan kasian. Oleh karena itu, marilah orang tua bekerja sama dengan guru dalam mendidik anak-anak kita. Tanggung jawab orang tua sama halnya dengan guru dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah dan berkarakter qur’ani.                                                                                                                                  
6 Cara Mengatasi Anak yang “Nakal dan Malas”

 Berikut ada 6 Cara Mengatasi Anak yang “Nakal dan Malas”;

a. Berdoa untuk anak tersebut. Guru adalah orang tua kedua setelah orang tuanya di rumah. Maka, hendaknya guru memang berusaha untuk itu. Maksudnya guru perlu melakukan hal-hal sebagaimana dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Dalam doa kita, yakin lah bahwa dia pasti berubah, entah itu besok, lusa atau kapanpun.

b. Eratkan lah hubungan sekolah dengan keluarga (guru dengan orang tua). Agar jika ada masalah dapat diselesaikan secara bersama tanpa terbebani oleh anak.

c. Hentikanlah ucapan “nakal” dan “malas” kepada anak, baik itu dari orang tua maupun guru. Karena sebagaimana kita ketahui, bahwa ucapan itu adala doa. Secara tidak langsung kita telah mendoakan anak yang tidak baik. Ucapkanlah kata yang baik-baik kepada anak kita walau bagaimanapun perilaku dan perkataannya.

d. Apabila dia berbuat “nakal” dan “malas” dalam mengerjakan tugas, jangan sekali-kali orang tua dan guru memberi hukuman fisik kepada anak tersebut. Tetapi tegurlah ia dengan kata yang lembut, bujuk, belai ia dengan penuh kasih sayang. Ajak lah ia berdiskusi dengan kita dan berilah motivasi agar ia menjadi lebih baik.

e. Buatlah sebuah surat perjanjian agar ia tidak melakukan lagi hal yang sama dengan hari ini. Dan berilah sebuah buku catatan kebaikan yang sering ia lakukan, sewaktu-waktu suruhlah ia untuk membacanya supaya dia menjadi bangga menjadi anak yang baik. Jangan pernah walau sekali pun, ia mendengarkan lagi bahwa dia anak yang “nakal” dan “malas”. Hilangkan image itu dalam pikiran dan dirinya, cantumkan dalam pikirannya bahwa dia anak yang baik dan patuh.

f. Pujilah ia ketika dia berbuat baik dan rajin dalam segala hal. Berilah penguatan atau reward berupa sentuhan, belaian atau bahkan berilah sekali-kali hadiah. Agar dia semakin bangga menjadi anak yang baik.

Demikian ulasan artikel dari penulis tentang 6 Cara Mengatasi Anak yang “Nakal dan Malas”. Semoga tulisan ini memberi pencerahan bagi setiap orang tua dan guru sebagai pendidik generasi penerus bangsa. Terimakasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat.

                                                                                

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : 6 Cara Mengatasi Anak yang “Nakal dan Malas”

0 komentar:

Posting Komentar